KHAZANAH

Orang – Orang Bodoh yang Merasa Pintar

Masanya Muncul Panguasa ‘Ruwaibidhah’

Oleh: Bangun Lubis

Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dikelilingi olah para sahabat. Saat itu ada Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali. Saat berkumpl seperti ini, Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda; “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipuan.

Rasulullah melanjutkan, bahwa masa itu si pendusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan dusta. Pengkhianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berkesempatan berbicara hanyalah golongan Ruwaibidhah.” Sahabat bertanya, “Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas, merasa pintar padahal tidak memiliki pemahaman atas masalah.” (HR. Ibnu Majah). Hadis DARI Abu Hurairah Ra. ia berkata:

Hafidz Abdurrahman,  dalam hizbut tahir.o.id menulis pemikirannya, bahwa zaman yang dimaksud adalah zaman penuh tipuan. Tipuan segi material dan tipuan segi pemikiran. Orang yang benar akan disingkirkan dan orang yang khianat serta fasiq akan disanjung dan dibesar-besarkan. Orang yang benar tidak diberikan ruang untuk menyampaikan kebenaran. Yang dibolehkan berbicara hanyalah pribadi-pribadi yang hina dan sebenamya tidak tahu bagaimana untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Apa yang dikatakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits ini merupakan salah satu tanda hari kiamat. Tanda ini telah kita jumpai pada jaman kita sekarang ini. Tidaklah datang suatu jaman, kecuali setelahnya lebih buruk.

Hadits al-Bukhari dari Abu Hurairah ra:

إِذَا ضُيِّعَتِ الأَماَنَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ، قَالَ: وَكَيْفَ إِضَاعَتِهَا؟ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Dia (sahabat) bertanya, “Bagaimana yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanah?” Nabi menjawab, “Ketika urusan itu diserahkan kepada orang yang tidak ahlinya, maka tunggulah kiamat.”

Maksudnya, “Ketika urusan itu diserahkan kepada mereka.. Karena Allah SWT memberi amanah kepada para imam dan penguasa untuk mengurus hamba-Nya. Mewajibkan mereka memberikan nasihat kepada para penguasa.. Mestinya, mereka mengangkat ahli agama dan orang yang amanah untuk mengurusi urusan umat. Jika mereka menyerahkan kepada yang bukan ahli agama, berarti mereka benar-benar menyia-nyiakan amanah yang Allah fardhukan kepada mereka.” (al-Qurthubi, Mukhtashar at-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa al-Akhirah, 498).

Ustads Muhammad Thalib, ketika memberikan kajian di Mesjid Al Furqon akhir bulan Mei 2015 dihadapan jamaah menyebutkan, zaman sekarang ini lebih identik dengan pesta pora, hura-hura, hiburan untuk kegembiraan yang notabenenya berbeda dengan keinginan dan tuntunan Agama Islam.

Ketika Demokrasi diklaim, pemerintahan dari oleh dan untuk rakyat, nyata bahwa klaim ini juga bohong. Karena rakyat tidak benar-benar memerintah, begitu juga pemerintahannya bukan untuk rakyat. Tetapi, untuk memenuhi kepentingan sekelompok tertentu saja.

Dari berbagai gambaran di atas, bisa disimpulkan bahwa hadits ini menjelaskan tentang kelompok orang yang tidak peduli terhadap urusan agama.  Mereka bukanlah orang yang mencari kebenaran, bukan pula orang yang menggengamnya dengan jujur, tetapi mereka adalah para pembohong yang pandai mengklaim,”ujar dia.(*)


 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close